Hari Rabu, 07 Januari 2009 adalah jadwal ujian praktek instalasi hardware dengan tema routing.
Bisa dibilang aku udah siap dan tenang. Tapi kok pas masuk ruangan aku mendadak panik ya...padahal smua udah siap, tinggal praktek doank....
jari-jemari tanganku mengetikkan syntax yang memang seharusnya diketik..tapi otak yang berpikir seolah tak sinkron dengan gerakan jemari tanganku..
Ngitung subnet oke,IP Address oke, perintah route hapal....cuma kuran dikiiiit tok, tenang. Kok bisa ya??
ah, yasudahlah..toh dosennya tau kalo sebenernya aku bisa...(asem tenan)
Wednesday, January 7, 2009
Saturday, January 3, 2009
My Passion
Dari kecil aku adalah orang yg cengeng, takut, pupuk bawang, cupu, ga dianggep, ga PeDe dsb. Sampai sahabat aku ngajak aku untuk ikut beladiri kempo. Sejak saat itu hidupku berubah dari seorang yang tadinya cengeng, takut, pupuk bawang, cupu, ga dianggep, ga PeDe menjadi seorang yg insyaAllah kebalikan dari sifat2 itu.
Kempo mengajarkan aku bagaimana menjadi diri sendiri. Dan selama ini (dari kecil sampe kira2 SMA kelas 1) aku belum menjadi diri sendiri, jadi selama 20 tahun hidup di dunia ini, baru 6 tahun aku jadi diri sendiri. Sampe akhirnya aku diberi amanah untuk memegang kursi kepelatihan di salah satu Dojo (tempat latihan) di kota semarang.
Bisa dibilang sejak SMA aku nda’ menemukan kebahagiaan selain dengan latihan kempo (gila kempo nih gue..hahaha). daripada nonton ato jalan2 ke mall ato nongkrong ga jelas, mending latihan. Sebenernya aku nda’ nyangka bisa nglatih, karna aku merasa nda’ bisa, tapi pelatihku ngeyakinin klo aku nda’ akan dilepas sendiri dan akan ada bantuan jika aku merasa bingung.
Sejak saat itu aku merasa benar2 memiliki tanggung jawab yang begitu besar, dan ketakutan2 mulai muncul. Dibayang2i oleh kesuksesan pelatih2 sebelumnya, aku takut tidak akan bisa memberikan kesuksesan untuk Dojo SMA 4 Semarang tempat dimana aku melatih.
But I have my passion, aku punya semangat tersendiri, aku punya sesuatu yang layak untuk aku perjuangkan. Semangat itu dan sesuatu itu adalah murid-muridku.
Tak pernah aku melihat semangat berlatih sebesar mereka. Dulu waktu jaman aku latihan, yang menentukan jadwal latihan adalah pelatih, tapi sekarang mereka (murid2ku) yang menentukan jadwal latihan sampe2 aku sendiri bingung mau nglatih apaan karna kehabisan bahan..hahaha.
Tapi aku nda’ mengeluh, aku malah tersenyum bangga.
Alhamdulillah aku juga terpilh menjadi tim kempo kota Semarang. Ini juga menjadi pemicu buatku agar berjuang totalitas agar bisa menjadi contoh yg baik buat murid2ku kelak, dan aku harap murid2ku harus bisa lebih dari aku. Sunguh aku tak pernah merasakan kebahagiaan yang sangat seperti ini. Kebahagiaan saat melatih mereka, kebahagiaan melihat semangat mereka, dan kebahagiaan karna bisa menjadi bagian dari hidup mereka.
Musuh Yang Nyata
Pernah nda’ kita bilang “knapa sih dia ga pilih gue??apa sih kurangnya gue??” “kenapa gue kalah, padahal latihan gue udah extreme??” ato “kenapa nilai gue jelek??padahal gue udah belajar mati2an??” dan semacamnya.
Satu hal yang perlu diinget, manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna tapi sifat dan perilaku kita ga sempurna. Dan ada pernyataan “Diatas langit masih ada langit” yang banyak orang mengartikan masih ada yang jauh lebih baik dari diri kita. Itu bener.
Saat kita berusaha menjawab pertanyaan dari orang “Apa yang kamu takutin?” dan kita nda’ bisa menjawab alias bingung harus jawab apa. Jawaban sebenernya adalah adalah “diri kita sendiri” kita takut gagal, kita takut ngecewain orang lain, dan kita takut dianggap ga sempurna.
Kalo kita bisa ngalahin diri kita sendiri, ga akan ada kesombongan dan kepuasan terbesar (menurutku dan bagiku) adalah kepuasan mengalahkan diri kita sendiri.
Satu hal yang perlu diinget, manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna tapi sifat dan perilaku kita ga sempurna. Dan ada pernyataan “Diatas langit masih ada langit” yang banyak orang mengartikan masih ada yang jauh lebih baik dari diri kita. Itu bener.
Saat kita berusaha menjawab pertanyaan dari orang “Apa yang kamu takutin?” dan kita nda’ bisa menjawab alias bingung harus jawab apa. Jawaban sebenernya adalah adalah “diri kita sendiri” kita takut gagal, kita takut ngecewain orang lain, dan kita takut dianggap ga sempurna.
Kalo kita bisa ngalahin diri kita sendiri, ga akan ada kesombongan dan kepuasan terbesar (menurutku dan bagiku) adalah kepuasan mengalahkan diri kita sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)