Thursday, August 3, 2017

My Backbone is Back (Part 5)

Tiba hari Senin, jam 10.45 bertemu dengan Dr. Agus dan beliau bilang akan diusahakan bahwa saya bisa pulang sebelum lebaran. Dalam hati saya mengucap syukur alhamdulillah kalo bisa lebaran dirumah, tapi saat ini yang terpenting bagi saya adalah saya bisa kembali "normal".

Jam 11.30 saya dan orangtua diantar petugas ke IGD untuk menunggu ruangan inap. Reputasi RSUP Kariadi yang pasiennya buanyak sekali sempat membuat saya dan orangtua khawatir akan menginap di IGD dan bukan di ruangan. Betapa tidak, pasien satu jawa tengah dirujuk ke rumah sakit ini, dan ngobrol dengan dokter jaga bahwa pernah ada pasien yang dari mulai datang, operasi, sampai pulang tidak pernah masuk ke ruangan inap alias di IGD terus.

Jam 14.00 saya melihat dokter jaga IGD ditelfon oleh dokter Agus dan menanyakan apakah saya sudah masuk ke ruang inap atau belum. Dalam hati saya, dokter ini benar2 baik, dari awal bertemu tidak pernah membuat saya down, dan keadaan saya dimonitor, mengingat kondisi seminggu lagi lebaran dan saya hanya pasien BPJS. Semakin sore pasien yang masuk ke IGD semakin ramai, sekali lagi rasa khawatir akan tidak dapat ruang inap muncul kembali, tapi saya coba untuk kembali berdoa dan berdzikir dan alhamdulillah jam 21.00 seorang petugas datang dan membawa saya ke ruang inap (alhamdulillah).

Selasa malam, saya dihampiri oleh asisten dokter Agus untuk cek kondisi saya sebelum operasi, menanyakan ada alergi obat atau tidak dll. Tak lama dokter wanita datang dan ternyata dokter tersebut bertanggung jawab untuk memberi anestesi (obat bius) pada saat operasi besok. Beliau menjelaskan bahwa saya akan diberi bius total dan bilang bahwa saya akan dibius sebelun masuk ke ruang operasi jadi saya tidak perlu melihat alat2 yg dipakai untuk operasi (biar ga tegang katanya), tentu saya senang mendengarnya (tau aja nih dokter kalo saya deg2an). Kemudian petugas jaga datang memberitahu saya bahwa saya sudah tidak boleh makan jam 00.00 karena prosedurnya bahwa saya harus puasa 6 jam sebelum operasi, hanya boleh minum air putih.

Rabu 21 Juni 2016, 26 Ramadhan 1438H. Saya bangun waktu sahur jam 03.00 dan tidak tidur lagi dengan tujuan biar ngantuk dan tidur saat operasi berlangsung (kan ntar dibius? Bodo amat namanya juga deg2an). Jam 07.30 pagi saya sudah dijemput petugas dan diantar ke IBS (Instalasi Bedah Sentral) dan hanya satu orang keluarga yang boleh mengantar sampai ke dalam.
Tepat jam 08.00 saya sudah ganti pakaian operasi, tak lupa minta doa ke bapak dan ibu, lalu diantar ke ruang operasi. Satu hal yang mengganjal yaitu "kok saya belum dibius?? Mana janjimu bu dokteeeerr???!!". Saya cuma bisa pasrah memandangi langit2 lorong IBS saat diantar ke ruang operasi sambil berdoa dan berdzikir (asli deg2an tapi santai hahaha).

Tibalah saya do ruang operasi yang dinginnya minta maap (saya ga kuat dingin dan sempat menggigil). Saya hanya bisa memandang lampu operasi yang gedenya segede parabola indovision. Kulihat sekelilong banyak meja yang ditutup kain, dalam hati "waah nanti operasi pake alat2 didalem kain itu kali ya". Kemudian saya mendengar percakapan yang membuat saya makin deg2an.

- Asisten Dr. Agus : (sambil masang kabel alat monitor jantung) "Bu, ini dibius sekarang aja apa nanti?"
- Saya : (dalam hati) "sekarang aja, semalem janjinya sebelum masuk dah dibius kaan (T.T)
- Ibu penjaga R. Operasi : (sambil ribet sm pintu ruang operasi) "udaah, nanti aja, dokter Agus juga belum dateng kan?)"
- Saya : (dalam hati) "nah loh, dokter Agus blm dateng? Kan jadwal jam 8, ini mau kapan operasinyaa?!"
- Asisten Dr. Agus : (ngomong sendiri sambil masang kabel dan mindahin tiang infus) "duh mana si xxx ya? Kan dia yang harusnya ngasih obat bius" (xxx adalah nama asisten dokter yg bertanggung jawab memberi obat bius)
- Saya : (dalam hati dan makin deg2an) "nah loh, masa operasi ga dibius?? Orangnya belum dateng lagi..maaaak !! (T.T)

Sambil tetap dzikir dan tepat setelah saya ngomong dalam hati yg terakhir, saya benar2 tidak sadar dan tidak tahu apapun.

Jam 11.30, petugas IBS keluar dan memanggil ibu saya dan menunjukkan serpihan2 tulang sebesar kuku jari tangan didalam toples kecil kepada ibu saya. Kata ibu sih jumlahnya ada 7-10 serpihan tulang. Dan juga memberitahu bahwa cairan yang berhasil dikeluarkan hampir 1 liter (inget benjolan di pinggang kiri) dan masih diperiksa di lab patologi untuk dicek apakah berbahaya atau tidak.

Sekitar jam 15.00 - 16.30 an saya mulai sadar karena saya mulai mendengar suara orang dan merasa badan diangkat2 untuk di rontgen pasca operasi. Lalu saya mulai membuka mata mulai sadar sekitar jam 19.00, antara sadar dan tidak karena masih ada pengaruh obat bius (dokter anestesi memang bilang akan memberi obat bius yg agak kuat) jadi saya ngobrol dengan keluarga saya antara sadar dan tidak.

Alhamdulillah wa syukurillah saya sepenuhnya sadar setelah kurang lebih siang keesokan harinya walaupun masih ada sedikit efek obat bius. Saya melihat ada banyak kabel di tangan saya, di tangan kiri ada infus, di tangan kanan ada infus juga plus morphine, selang kateter untuk pipis, dan selang darah untuk mengeluarkan darah sisa operasi (drain blood).

Sore nya dokter Agus visit ke ruangan dan menanyakan 
sejumlah pertanyaan apakah kaki saya bisa digerakkan atau tidak (saya coba dan memang bisa), ada keluhan atau tidak selain nyeri karena jahitan (saya jawab tidak), dan menunjukkan hasil rontgen pasca operasi. Kurang lebih 5 ruas tulang punggung dipasang pen oleh Dokter Agus mulai dari T12-L4.

4 Juli 2017 alhamdulillah saya sudah pulang kerumah. Dengan memakai korset dan didorong petugas rs di kursi roda (belum kuat jalan) ke arah pintu keluar. Benar2 alhamdulillah rasanya, bersyukur sudah bisa dirumah.

Apa yang dirasakan setelah operasi? Rasa kebas di paha kiri hilang, tidak lagi kesakitan setiap malam, dan yang paling penting saya bisa duduk, berdiri tegap dan jalan tanpa harus menopang dengan tangan. Tentunya semua aktifitas masih saya lakukan dengan perlahan dan selalu menggunakan korset.

Yang bisa saya sarankan bagi penderita HNP yaitu pengobatan alternatif itu baik, karena saya dulunya juga cuma cari alternatif (pijet, akupuntur, dll), tapi tetap barengi dengan second opinion dari medis (dokter, MRI, rontgen, dll), hal ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada yang harus diperhatikan dari segi medis, jika tidak ada yang penting, lanjutkanlah terapi alternatif, tapi jika ada yang penting dan harus diperhatikan dari sisi medis maka coba pertimbangkan untuk melanjutkan pengobatan kearah medis.

Belajar dari pengalaman saya, kalau saya tidak MRI dan tidak ketemu dokter Agus, saya tidak akan pernah tahu kalau saya terkena TBC tulang. Saya akan tetap dipijet, dan tidak tahu kenapa bisa muncul benjolan. Dan akhirnya saya tahu bahwa TBC bukan hanya paru2, tapi bisa kemana2, bisa ke tulang, hati, bahkan selaput otak (jadi kalo batuk berbulan2, musti diperiksain ya ! Takutnya bakteri TB nya nyerang bagian terlemah didalam tubuh).

Yang kedua, jangan pernah putus asa, tetap semangat, tetap berusaha cari pengobatan yang pas, jangan pernah mengeluh, positif thinking, dan yang paling penting perbaiki ibadah dan sholat Anda (bagi yg muslim) dan terus berdoa kepada Allah SWT mintalah yang terbaik bagi Anda. Jika Anda sudah berusaha sekuat tenaga, apapun hasilnya nanti serahkan semuanya pada Allah SWT karena itu sudah ketentuan Allah SWT.


...and finally my backbone is back.

My Backbone is Back (Part 4)

Banyak saudara yang menganjurkan saya untuk ke dokter dengan tujuan menghilangkan HNP ini, tapi saya masih optimis bahwa saya bisa sembuh tanpa harus operasi. Mulai dari ke ahli terapi yang informasinya banyak penderita HNP yang sembuh dengan beliau, akupuntur terkenal di Depok Jabar, sampai setiap hari tidur di atas triplek pun dijalani. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke Semarang dan berkonsultasi dengan dokter ortopedi spesialis tulang belakang, atas rekomendasi dari tante yang kerja di Kemenkes.

Sampai di Semarang tanggal 4 Juni 2017, saya langsung cari informasi tentang dokter spesialis tersebut dan ternyata dokter ini buka praktek di 3 rumah sakit, yaitu RSUP Kariadi Semarang, RS Elizabeth Semarang, dan RS Telogorejo.

3 dokter saya temui di RS Elizabeth, yang pertama dokter syaraf karena sakitnya berhubungan dengan syaraf dan saya hanya diberi suntikan penghilang nyeri. Yang kedua dokter internis untuk mengecek benjolan yang muncul, dan yang ketiga dokter spesialis tulang belakang.

Benjolan?? Ya, saya memiliki 2 benjolan, yang pertama benjolan sejajar tulang belakang (ya ! Satu ruas tulang belakang saya menonjol keluar) dan benjolan di pinggang belakang sebelah kiri sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Selama bulan puasa, saya hanya terus berdoa agar diberikan kekuatan, kesabaran, kelapangan hati, kemudahan dalam menghadapi penyakit ini. Tidak terhitung lagi berapa malam rasa sakit muncul secara tiba2 dengan intensitas yang sering (3-4x rasa sakit muncul setiap malamnya).

Seorang ustadz yang pernah menjadi petugas medis (yang juga memberikan terapi kepada saya) memberikan nasehat bahwa rasa sakit ini insyaallah akan menjadi berkah dan penggugur dosa apabila kita bisa sabar dan ridho. Beliau bilang bahwa dzikir dan tilawah Quran bisa meringankan rasa sakit. Awalnya saya hanya beristighfar jika rasa sakit datang, lama kelamaan alhamdulillah diberi keringanam untuk berdzikir setiap waktu. Beliau bilang bahwa ketenangan akan memicu produksi enzim yang meringankan rasa nyeri, namun sebaliknya jika kita mengeluh akan sakit yg kita derita maka enzim yang menguatkan rasa sakit akan muncul. Beliau juga menerangkan tentang gelombang frekuensi alpha, beta, delta, dan theta, serta kaitannya dengan kondisi tubuh saat sakit, tenang, marah.

Dan alhamdulillah saya merasa Allah SWT memberikan kemudahan dimulai dari informasi dokter spesialis, dapat nomor antrian dibawah angka 5 setiap kali cek ke dokter, transportasi, dan masih banyak lagi.

Bertemu dengan Dokter Agus Priambodo, Sp. B, Sp. OT, K-Spine tanggal 8 Juni 2017, dokter hanya tanya "kakinya bisa diangkat gak?", saya dari kursi roda pun mencoba mengangkat kedua kaki. Lalu dokter minta untuk MRI lagi, karena MRI yg ada sudah satu tahun lamanya. Tanggal 15 Juni 2017 saya bertemu Dokter Agus untuk kedua kalinya dengan membawa hasil MRI yang baru, setelah dilihat tiba2 dokter Agus bilang bahwa saya kena TBC Tulang dan harus di operasi. Berikut percakapan nya (kurang lebih ya, agak lupa):

- Dr. Agus : (sambil melihat2 hasil MRI) "kalau saya bilang harus operasi dan besok Senin mulai opname, Anda siap nda?"
- Saya : (diam)......"cuma pengan tau dok, ada opsi lain nya ga?"
- Dr. Agus : (masih melihat2 MRI) "ini kamu ada benjolan nya ini, isinya cairan"
- Saya : "iya ada dok di pinggang"
- Ibu : "jadi kena TBC tulang ya dok?"
- Dr. Agus : "ya ini TBC tulang. Ini cairannya harus dikeluarin kalo nda ya tulangnya digerogoti terus. Sama nanti tulangnya dipasang pen soalnya dah rusak ini. Kalau cairannya gak dikeluarin nanti lama2 bisa lumpuh"
- Dr. Agus : "kalo mau nanti senin ketemu saya di Kariadi, nanti saya lewatkan IGD biar cepet"
MRI Baru

Setelah sampai dirumah, saya coba untuk memantapkan hati. Sebenernya waktu hasil MRI yg terakhir keluar, saya sudah feeling akan di operasi, jadi keputusan dokter untuk operasi adalah semacam klarifikasi atas feeling saya. Terus berdoa dan berdzikir meminta kekuatan, kesabaran, kelapangan, keridhoan, kesehatan, keselamatan, dan hasil yang terbaik, tetap saya lakukan mengingat ini adalah operasi besar antara bisa jalan lagi atau tidak, antara hidup dan mati (karena saya sering sekali mendengar isu bahwa operasi HNP seringnya tidak sesuai harapan), dan terbayang rasa deg2an akan operasi.

My Backbone is Back (Part 3)

Memiliki HNP didalam tubuh sempat membuat saya kaget dan drop, betapa tidak, saya baru saja menikah dan saya yang memang hobi olahraga dan menginginkan tubuh yang selalu aktif dan siap untuk melakukan apa saja baik untuk kerja cari nafkah, olahraga, naik motor/mobil, maupun untuk hal2 yang sifatnya insidental.

Selama beberapa bulan saya mengandalkan obat "herbal" untuk menghilangkan rasa sakit dan masih bisa beraktifitas dan melakukan terapi di klinik f*exf**e (sebut saja FF). Terapi berupa sinar, USG (bukan yang untuk kehamilan ya), dan juga traksi, saya lakukan atas saran dokter dan konsumsi obat dan vitamin syaraf. Biaya yang dihabiskan dalam sekali terapi cukup lumayan menguras, alhamdulillah diganti kantor sih. Setelah beberapa bulan melakukan terapi di klinik FF, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan terapi di klinik tersebut dikarenakan satu dan lain hal yang membuat saya tidak nyaman, tidak akan saya jelaskan disini. Padahal saya yakin kegiatan terapi di klinik itu jika dilakukan terus menerus akan membuat HNP saya hilang, tapi akhirnya saya putyskan untuk berhenti terapi di tempat itu.

Tempat alternatif milik suatu perguruan di Bogor pun menjadi pilihan atas saran dari ayah dan ibu mertua. Hasilnya pun terlihat, setelah dipijat oleh Suhu, kondisi saya berangsur2 pulih.

Saya ceritakan sedikit tentang obat "herbal" penghilang sakit yang saya konsumsi. Mengapa saya beri tanda petik? Karena obat ini ajaib sekali menurut saya. Mengapa ajaib? Karena obat ini bisa benar2 menghilangkan sakit karena HNP, jadi saya seperti tidak sakit dan jadi manusia normal. Apa nama obatnya? Saya diberi yang Merknya yaitu Si**h Me**h (sebut saja SM), dan belakangan saya dapat di daerah Semarang bermerk lain yaitu Ta**k Li*an. Karena obat ini saya bisa beraktifitas layaknya orang tanpa HNP, kerja, naik motor/mobil, nemenin istri jalan2, dll dan akhirnya saya ketergantungan dengan obat ini. Obat ini susah nyarinya, 1 sachet isi 2 kapsul. Yang saya perhatikan ketika minum obat ini, jika saya hanya minum 1 kapsul, saya dapat bertahan tanpa rasa sakit sekitar kurang lebih 12 jam, dan 24 jam bertahan jika minum 2 kapsul sekaligus. Kandungannya apa aja?? 90% herbal dan 10% bahan lainnya, dan saya berspekulasi tentang 10% ini, wallahualam.

Obat Ta**k Lim*n
Kembali ke cerita tempat alternatif, awal bertemu dengan suhu, dia bilang saya tidak terkena HNP, hanya pola hidup yg tidak sehat. Seminggu kemudian saya kembali ke suhu dengan membawa hasil MRI, akhirnya dipijet lah punggung saya dan hasilnya saya menjadi lebih baik bahkan tanpa bantuan obat SM. Seminggu sekali saya kembali ke suhu untuk dipijat dan suhu menganjurkan saya untuk berenang. Ya, renang memang olahraga yang sangat direkomendasikan untuk penderita HNP.

Sampai suatu saat setelah pijat dari suhu, saya merasa sudah pulih, tidak sakit, dan hanya mengandalkan renang saja. Kemudian karena saya soktau dan merasa sudah pulih, renang tidak saya lakukan secara rutin, benar2 kadang2 saja, obat SM juga dudah tidak saya konsumsi lagi. Sampai suatu hari ketika nemenin istri, saya terbatuk dan sakit di pinggang muncul kembali.

Semenjak batuk itu, semua menjadi semakin parah, dipijat oleh suhu berulang kali pun hasilnya tetap sama saja, kondisi ini memaksa saya untuk mengajukan permohonan untuk bekerja remote dari rumah.

Saya yakin beberapa penderita HNP setuju sama saya bahwa mengidap HNP bagian lumbar/lumbal itu sungguh menyiksa. Tidak bisa membungkuk, sakit saat batuk bersin dan tertawa, kesakitan setiap malam, otot hamstring terasa tertarik hebat, nyeri ngilu, tidak bisa mengangkat, gabisa tidur, dan masih banyak lagi, apalagi kalo pas keselek makan/minum...beuuuh. Gimana sih sakitnya? Susah dijelaskan, yang pasti itu sakit sekali.

Keadaan semakin parah ketka saya tiba2 menjadi tidak bisa berdiri dan duduk secara normal. Ketika berdiri, kedua tangan saya yarus memegang kedua paha atau memegang erat kantong celana hanya untuk menopang tubuh bagian atas dan jika tangan saya lepas, rasa sakit yang sangat luar biasa langsung terasa. Ketika duduk pun sama, kedua tangan harus menopang tubuh bagian atas saya. Yang tadinya masih bisa sholat sambil duduk, berubah menjadi berbaring. Jangan ditanya gimana kalo ke kamar mandi pipis ataupun BAB, yang pasti harus serba hati2, sangat pelan2, dan cari cara supaya tubuh bagian atas saya tetap tertopang. Kalo udah kebelet banget gimana?? Saya hanya bisa bilang nikmatin saja, hehehe.

Saya yang punya masalah pencernaan semakin membuat saya sedikit frustasi, saya bisa BAB seminggu kemudian dimana feses sudah terkumpul dan mengeras, dan memaksa saya untuk mengejan (ngeden) dengan keras sehingga (bagi penderita HNP) menambah rasa sakit di pinggang..uuh, nikmat sekali. Jadi saya setiap hari harus sedia Microlax, karena gatau kapan saya akan BAB.

Selang waktu berlalu, saya masih harus berjalan dengan kedua tangan menggenggam kantong celana dan juga di paha hanya untuk berjalan, sampai suatu saat saya batuk selama berbulan2. Batuk yang saya alami adalah batuk biasa dan kadang hilang. Akhirnya saya coba untuk konsultasi dengan dokter, lalu disuruh untuk cek darah dan rontgen paru2.

Sekitar bulan Maret 2017, saya lakukan cek darah dan rontgen, hasilnya sungguh mengejutkan. nilai SGOT dan SGPT saya berada 5x lipat diatas normal (silahkan googling sendiri tentang SGOT dan SGPT), intinya saya kena radang liver. Setelah dicek dokter, saya diharuskan untuk bedrest dan konsumsi obat liver. Akhir bulan April 2017 saya di rawat inap di RSUD Cibinong untuk menuntaskan radang liver, karena tanggal 7 Mei 2017 saya harus melangsungkan kegiatan walimah. Setelah diopname, saya dianjurkan untuk USG dengan tujuan untuk melihat kondisi liver, dan akhirnya ditemukan bahwa liver saya mengalami peradangan, didalam empedu ada 3 buah batu, dan kemungkinan adanya batu di ginjal kiri (Ya Allah...banyak sekali penyakitnya yaa). Setelah konsultasi dengan dokter mengenai kondisi saya, dokter memberitahu bahwa kondisi liver berangsur normal, bayu didalam empedu bisa hilang dengan obat rutin, dan yang tadinya dikira batu ginjal ternyata hanya pengapuran yang memang normal adanya (alhamdulillah).

Tuesday, August 1, 2017

My Backbone is Back (Part 2)

Awal perkenalan dengan HNP dimulai dengan gejala paha kiri sering kesemutan dan pinggul saya tidak simetris. Pulang pergi jakarta-bogor memperparah kondisi tubuh, paha kiri menjadi kebas dan pinggang terasa sakit. Saya yang awalnya mengira hanya sakit pegel biasa karena pulang pergi jakarta-bogor, jadi sakit tersebut tidak dihiraukan, dan menghilangkan sakit di pinggang hanya dengan tidur, memukul2 paha kiri yg kebas sampai akhirnya kebas menjadi permanen dan tidak bisa hilang dengan dipukul2, olahraga HIIT plus angkat2 dumbbell tetap saya lakukan. Oiya, pinggang sakit ini selalu muncul ketika naik motor dan hilang kalo dipakai tiduran, berlangsung selama kurang lebih 2-3 minggu

Suatu pagi di awal bulan Maret (lupa tgl berapa), pukul 4 pagi saya berangkat naik motor dr bogor, dan sepanjang perjalanan pinggang saya sakit. Sampai di kosan (jakarta) sekitar jam 5 pagi, sakit di pinggang makin sakit dan memang memaksa saya untuk tiduran (tidur sih, hahaha). 2 jam kemudian saya bangun dan sakit di pinggang masih terasa dan saya paksa untuk berangkat ke kantor. Selama 1 jam dari jam 8 sampai jam 9 saya merasa sangat tidak nyaman dengan sakit yg ada di pinggang, cari2 posisi yg pas agar tidak sakit pun juga percuma, sampai saya memutuskan untuk berdiri (mau ambil air minum) dan saya merasa ada bunyi "kreteeek!!" di pinggang saya.

Saya terdiam di meja saya dengan posisi belum sepenuhnya berdiri tegak tapi sudah beranjak dari kursi (bisa ngebayanginnya kan?). Kemudian saya taruh gelas di meja dan dengan sangat2 perlahan memposisikan badan saya untuk rebahan di lantai. Dalam posisi tiduran saya mencoba untuk mencari posisi yang paling membuat saya nyaman yaitu miring dan pada akhirnya saya terpaksa ijin untuk tidak melanjutkan kerja karena sakit yg amat sangat. Kemudian saya memutuskan untuk tiduran di ruang meeting biar tidak menganggu teman2 kantor yg lain.

Entah bagaimana caranya saya bisa sholat dhuhur, namun ketika saya bangun mau ambil wudhu untuk sholat ashar, bunyi kretek seakan terdengar oleh saya (lagi) dan rasa yang sangat2 sakit di pinggang muncul kembali dan saya mematung dalam posisi berlutut. Teman2 kantor panik dan Pak Manager menawarkan untuk memesan taksi online dengan tujuan membawa saya ke rumah sakit agar cepat ditangani. Merasa masih kuat dan keras kepala, saya memutuskan untuk tetap dikantor dan memberitahu istri saya tentang kondisi yg saya alami. Ketika menunggu istri saya menjemput saya, saya coba untuk mencari tahu tentang kondisi yg saya alami di internet dan dengan gejala2 yg saya alami, kecurigaan saya menuju pada HNP.

HNP (Herniated Nucleus Pulposus) atau biasa dikenal dengan nama syaraf kejepit, yg intinya bantalan diantara ruas2 tulang belakang keluar dan mendorong syaraf yg menempel di tulang belakang. Untuk lebih jelasnya silahkan googling atau tanya ke dokter aja ya.

Setelah istri saya datang, saya memutuskan untuk ke Rumah Sakit Jakarta, dan dokter jaga di ICU melakukan serangkaian tes dan akhirnya memutuskan bahwa saya terkena HNP dan dokternya bilang kalau mau sembuh harus dioperasi (WHAAAT??!!!). "Tunggu tungu..ntar dulu dok, jangan main vonis operasi aja dong !!" dalam hati saya, lalu saya bilang ke dokter itu agar memberi obat anti nyeri.

Mengingat hasil browsing saya di internet, saya menemukan sebuah klinik di daerah Kelapa Gading (MOI) sebut saja F*exf*ee Clinic yang merupakan sebuah klinik dengan dokter2 ahli fisioterapi dimana klinik tersebut mengatasi gangguan cidera pada tulang termasuk HNP.


Keesokan harinya saya memutuskan untuk ke klinik tersebut dimana saya mendapat surat rujukan untuk melakukan MRI, karena dokter di klinik tersebut tidak bisa memeriksa atau memberi tindakan jika tidak ada hasil MRI. Akhirnya saya melakukan MRI di Rumah Sakit Jakarta (mahal cuy) dan memperlihatkan hasil MRI ke dokter klinik dan dari hasil MRI itu saya divonis terkena HNP karena ada stenosis dan bulging.
Kesimpulan hasil MRI

My Backbone is Back (Part 1)

Backbone atau tulang punggung merupakan tulang yang berfungsi sebagai penopang tubuh manusia (setidaknya itu yg saya pahami). Berbagai macam otot dan organ dalam tubuh menempel padanya. Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan saya agar selalu bersyukur dan pasrah sama Allah SWT dan ini merupakan pengalaman saya pribadi, bagaimana saya akhirnya (insyaallah) bisa pasrah dan menyerahkan segala urusan dunia kepada Allah SWT.

Setelah lama tidak berolahraga rutin, pada akhir tahun 2015 kira2 bulan Oktober saya meniatkan diri untuk rutin olah raga. Mengingat dulu alhamdulillah pernah jadi wakil dari sebuah kota dan kerjaan tiap hari cuma duduk didepan komputer dan laptop menjadikan badan saya kurang fit dibandingkan dulu ketika masih aktif berolahraga.

HIIT (High Intensive Interval Training) merupakan olahraga yang terdiri dari serangkaian gerakan yang dilakukan dengan interval waktu tertentu. Olahraga ini saya pilih karena efek dari bukunya Deddy Corbuzier yaitu OCD. Dalam buku tersebut juga ada HIIT tapi namanya lain yaitu O7W (OCD 7 Minutes Workout).
Rangkaian gerakan HIIT yang saya lakukan pun saya pilih dan sesuaikan dengan apa yg menurut saya bisa membuat badan saya fit. Berikut adalah gerakan yang saya lakukan.

- Jumping jacks
- Sit against the wall
- Push up
- Stomach crunch
- Up and down the stairs
- Squat
- Dibbs
- Running still
- Back up
==================
Variasi Push-up, plank, dan lunge
- Push up plank
- Push up Side plank
- Kneel lunge (side left/right)
- Side lunge
- Side plank (side left/right)
- Running plank

Setiap gerakan diatas dilakukan selama 30 detik dan istirahat dianta gerakan dilakukan selama 10 detik, jadi total satu set (9 gerakan) 350 detik atau kurang lebih 6 menit. Saya lakukan setiap hari paling tidak 3 set jadi total dalam sehari saya berolahraga selama 18 menit. Hasilnya badan lebih segar, berat badan naik (alhamdulillah), dan lebih bersemangat.

HIIT saya lakukan selama kurang lebih 1,5 bulan sampai pada akhirnya saya membeli dumbbell set 20kg untuk mendukung aktifitas olahraga yg saya lakukan (keracunan OCD plus tergiur dr testimoni para OCDivers yg berhasil, hahaha). Jadilah setelah selesai melakukan HIIT, olahraga saya tambah dengan angkat2 dumbell, dan semua aktifitas olahraga yang saya sebutkan, saya lakukan sendiri didalam kamar kosan (merasa yakin, gengsi, dan soktau).


Tanggal 24 Januari 2016 merupakan hari yang sangat istimewa untuk saya. Hari dimana saya mengucap janji untuk menjadi suami bagi seorang wanita yang merubah hidup saya menjadi lebih baik. (Skip cerita akad) Proses olahraga tetap rutin dilakukan tiap hari, sampai suatu saat di awal bulan februari saya merasa ada yang aneh dengan tubuh saya.

Tuesday, August 28, 2012

My Passion 2


Inspirasi yang memang bisa datang kapan dan dimana saja akhirnya ketemu juga, dari tulisan awal – awal nge-blog dulu yang berkisah tentang sebuah passion dalam hidupku. Semakin aku memikirkan dan mengingat saat – saat yang memang menjadi titik balik dalam hidup, semakin aku tersadar bahwa aku memang benar – benar memiliki hasrat dan ketertarikan dalam hal ini, apa itu? Olahraga secara umum, beladiri secara khusus.

Saat pulang mudik kemarin, hal biasa yang sering aku lakukan saat pulang ke semarang, yaitu menemui orang yang saya anggap sebagai guru, kakak, teman, sekaligus sahabat. Dan memang seperti basa, membahas hal – hal yang kami anggap penting, berhubungan dengan umat, berhubungan dengan kehidupan, berhubungan dengan masa depan, dan yang pasti berhubungan dengan ilmu beladiri. Beladiri Kempo memang selalu kami bahas, karena memang itu yang menghubungkan semuanya, kasih saying, persahabatan, kerja keras, teamwork, dan pengendalian diri. Dan dari pembicaraan terakhir memang menegaskan bahwa aku punya peranan penting disini, rasa tanggung jawab, kepemilikan, loyalitas, persaudaraan, dan respect.

Tidak sedikit orang yang menganggap kami adalah sampah, selalu dipandang sebelah mata bahkan tak dilihat, diremehkan, dibuang, kami sudah kenyang akan semua itu. Tapi justru dengan adanya “mereka”, kami menjadi semakin kuat, menyatu, dan semakin terlihat berbahaya karena kami benar, kami punya tujuan yang mereka tidak punya, dan kami selalu saling mengawasi satu sama lain. Ilmu yang kami dapat dan terapkan memang aneh, tergantung dari cara kalian melihatnya, mulai dari hal yang biasa saja sampai yang benar – benar tidak biasa. Tapi dibalik semua itu ada penjelasan logis, dan ilmu yang mendukung. Itulah mengapa saya benar – benar menjadikannya sebuah passion. Dan memang dengan mereka – mereka lah, aku benar – benar dianggap, tidak hanya sebatas guru dan murid, tapi kami memang partners in crime.

Saat ini dan entah sampai kapan, saya berada dalam tahap memperbaiki diri, tidak hanya fisik tetapi juga psikologis yang memang harus diselaraskan, gimana caranya?? Well, I’m sorry but that’s a secret ;)

Silahkan bagi kalian yang masih menganggap kami sampah, satu hal yang kalian perlu tau, cukup tau saja yaitu: “selama kami benar, kami akan jadikan itu sebagai kekuatan tanpa batas, dan akan kami jadikan itu sebagai sumber kekuatan untuk melawan kalian, atau bahkan merangkul kalian”.

We are a pack of wolfs,
We grow and big together,
We have each others back,
Until finally each of us becomes a lone wolf who never forget where we came from

Sunday, August 19, 2012

Ramadhan 1433H (Proklamasi & ProklaMAAF)

Alhamdulillah, antara sedih dan senang pada bulan ramadhan 2012 ini, mulai dari (lagi-lagi) tidak bersamaannya penetapan awal ramadhan, gak bisa kumpul sama orang tua pas lebaran, harus stay di kantor pas lebaran, dan masih banyak yang lainnya. Tapi diantara kejadian yang ga enak, pasti ada dong kejadian atau hal - hal yang layak untuk disyukuri, misalnya: ketemu orang - orang baru, dapet sertifikat kominfo, dapet ilmu baru, sharing pengalaman dan ilmu, bisa bantuin orang lain, buka puasa bareng temen - temen kantor di puncak, dan bisa dibilang ramadhan tahun ini seperti pengulangan sejarah, karena dulu waktu tanggal 17 Agustus 1945, ternyata bertepatan dengan bulan ramadhan juga yaitu tanggal 9 ramadhan 1364H ada juga yang bilang 8 ramadhan 1364H (hmm, beda2 lagiii, hadeeeh).

well, yang pasti jatuhnya kemerdekaan negara kita bersamaan dengan bulan suci ramadhan adalah hal yang harus kita syukuri, dengan apa? yaah, kasih aja sesuatu yang berguna buat bangsa dan negara ini, juga buat agama, jangan diisi dengan hal - hal yang ga penting, misalnya, anak muda jaman sekarang masih terbius dengan k-pop or stuff like that, girls using hotpants (malu sama Ibu kita Kartini woy !!!), atau anak2 ababil yang marah2 gak jelas kalo boyband idolanya diledekin.

Tapi saya ambil benang merah dari semua itu, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia mengajarkan kepada kita untuk selalu mempunyai semangat nasionalisme, Bhineka Tunggal Ika, dan semangat kepahlawanan yang dicontohkan oleh pahlawan2 yang udah bikin negara ini merdeka. Sementara di bulan suci ramadhan ini, kita diajarkan untuk selalu beribadah, bersyukur, belajar susah, dan akhirnya kita menang. Proklamasi dan Ramadhan, sama - sama proses untuk menuju kemenangan. Kedua hal itu bikin saya merinding kalo inget2 gimana susahnya orang2 Indonesia dulu, puasa sambil perang, dan gue harus bilang WOW disini..hahaha :P

Ah gak usah panjang2 lah ya, yang penting kita semua harus selalu punya Nasionalisme dan juga Religius. Nih buat kalian - kalian anak2 muda yg udah lupa isi teks proklamasi, jangan bisanya cuma main BB, nge-twit, sama apdet status fesbuk doang cuy !!!

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05Atas nama bangsa Indonesia.Soekarno/Hatta
Nah, karena besok Hari Raya Iedul Fitri, 1 Syawal 1433H, saya juga sekalian mau ngasihin teks proklamaaf saya buat blogger2 semua yak.
Saya warga negara Indonesia dengan ini menjatakan mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal faidzin.Hal-hal jang mengenai permintaan maaf d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.Djakarta, hari 18 boelan 8 tahoen 12Atas nama keluarga saya.Abrianto Pradono K
Kita mulai lagi lembar putih yang baru ya masbro, mbaksist.


Warm Regards,
-bee-

Wednesday, August 15, 2012

[Ubuntu] Mengatasi Brightness Pada Laptop Acer 4741


 Jika Anda memiliki masalah yang sama dengan saya yaitu pengaturan brightness tidak berfungsi, mungkin dengan artikel ini bisa membantu.

Disini saya memakai Laptop Acer 4741, yang pengaturan brightness nya menggunakan kombinasi tombol Fn+(kanan/kiri). Dari awal instalasi Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin, pengaturan brightness tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Akhirnya setelah berusaha mencari, ketemu juga pemecahan masalahnya, monggo disimak.

  • Buka Terminal dengan menekan Ctrl+Alt+T, lalu ketikkan sudo gedit /etc/default/grublalu enter, masukkan password jika diminta, lalu enter sekali lagi.
  • Akan terbuka jendela gedit, kira – kira pada baris ke-11, ada kata2 kurang lebih seperti ini: GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash”. Kata – kata tersebut edit menjadi : GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash acpi_backlight=vendor".
  • Save gedit lalu close. Berikutnya ketikkan perintah sudo update-grublalu enter.
  • Tutup jendela terminal, restart laptop, lalu perhatikan apa yang terjadi.


At least, it has been tested and worked on ACER 4741. If there's an additional information about a way to solve this issue on global laptop/pc, please leave a comment. Thanks :D

Siapa Suruh Datang Jakarta !!!


 Jakarta, sebuah kota di Indonesia sekaligus sebagai Ibukota negara Indonesia. Sebuah kota yang bisa dan sangat tepat dibilang sebagai Indonesia kecil, karena semua warga dan penduduknya adalah berasal dari berbagai suku dan daerah yang ada di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke, dan itu yang membuat Jakarta sebagai kota yang penuh dengan warna, tak hanya warna yang cerah, warna yang gelap pun ada.

Bagi sebagian orang, Jakarta adalah kota harapan penuh dengan kesempatan, lapangan pekerjaan, dan juga sebagai ladang uang bagi mereka yang bisa memanfaatkan keadaan. Tapi bagi sebagian orang yang lain, Jakarta adalah juga sebagai medan perang, mudah mendapatkan uang juga mudah untuk kehilangan, tak hanya uang sebenarnya, apapun itu bisa dengan mudah didapat dan hilang di kota ini. Kalau tak perhatiin, setiap kejadian yang ada di sinetron, itu terjadi juga di kota ini, agak aneh memang, entah sinetron yang meniru kejadian nyata atau kejadian nyata itu terjadi karena sinetron yang lebay itu?? entahlah...tapi memang semua itu ada.

Dibilang kota yang keras, memang kota ini adalah kota yang keras, saya teringat seorang Ibu di Stasiun Gambir pernah ngobrol dengan saya dan berkata “di Jakarta ini, kalau kita gak nginjek orang, kita yang diinjek dek !!!”, dan saya pun hanya tersenyum mendengarnya. Kenapa, karena saya berpikir, kenapa harus nginjek orang, kenapa gak kita berpikir sebaliknya, mungkin seperti ini “kalau lu nginjek gue, kaki lu yang bakal sakit, gue ini gak gampang buat diinjek !!”, sedikit ekstrim tapi itulah yang saya pikirkan waktu itu.

Setahun lebih hidup di Jakarta, membuat saya belajar banyak hal, SANGAT BANYAK. Awalnya Ibu saya lebih mengharapkan untuk cari duit di kota asal, Semarang. Tapi saya melihat banyak kesempatan di ibukota dan saya bisa lebih berkembang daripada tetap stay di rumah, (well, that's a very common thoughts of foreigner like me :P ). dan itu memang benar, kesempatan lebih banyak datang, dan skill yang saya punya pun jauh berkembang, alhamdulillah.

Saudara saya pernah bilang, “kamu 4 tahun lagi di jakarta, kamu bisa hidup dimana aja di Indonesia”, waktu itu saya sudah setahun lebih hidup di ibukota. Kalau boleh bilang, sekarang saya merasakan yang namanya kesepian, walaupun saya punya banyak teman di kota ini, ada kerjaan yang bisa men-distract pikiran saya, dan banyak keluarga yang juga tinggal di Jakarta, tapi tetep aja sepi, jauh dari keluarga dan teman2 seperjuangan saat saat saya di Semarang, ditambah lagi lebaran tahun ini harus bekerja di kantor. Sedih memang, tapi ini adalah hal yang saya pilih dan tanggung jawab yang harus saya kerjakan, and I really aware of that.

Banyaknya dan seringnya godaan pun juga ujian kadang2 bikin kebobolan juga, mungkin Allah ngasih itu ke saya biar saya lebih sadar kalo hidup di kota ini memang gak gampang, bisa gak kita jaga ibadah, bisa gak kita jaga iman, dan bisa gak kita jaga diri dan nama baik kita sendiri.

Pada akhirnya memang feeling yang saya rasakan akhir2 ini untuk berjuang di kota asal, dekat dengan keluarga dan biar bisa memperbaiki ibadah, dan selain dua hal itu pun sebenernya masih banyak pertimbangan2 lain yang setelah tak pikir2, mungkin itu memang tugas dan kewajibanku untuk mengatur semua hal yang ada di semarang. Terpikir untuk merubah mindset bahwa tak selamanya di jakarta itu kehidupan akan membaik, membuka usaha, meletakkan hal2 yang “semrawut” kembali di tempatnya masing2, dan lain2. Maybe for a little while, let me live my choice.

Dan pada akhirnya.....”Siapa suruh datang Jakarta !!!!!” :D

Tuesday, August 7, 2012

[Ubuntu]Membagi Partisi Flashdisk Dengan GParted

"Eh cuy, gue ngopy tugas dong !!" atau "Bro, copas skripsi lo yang bab 3 dong !!" atau malah "kampret !! skripsi gue kena virus !!!!", apakah Anda pernah mendengar kata - kata itu dan sudah mulai muak??!! 
Selamat, saya akan mencoba memerikan satu trik agar Anda selamat dari "copaser" maupun virus windows :P .

Yaitu trik untuk membuat 2 partisi pada flashdisk, satu partisi windows dan satu partisi Linux. Berikut caranya:


  1. Tancapkan Flashdisk ke PC/Laptop.
  2. Buka Gparted (kalau tidak ada, bisa menggunakan LiveCD ataupun LiveUSB), lalu pilih flashdisk yang akan dipartisi. Biasanya /dev/sdb, tapi akan berbeda di masing2 PC/Laptop.


  1. Pilih partisi flashdisk, lalu pada menu Partition, pilih Unmount.



  1. Setelah ter-unmount, pada menu Partition, pilih menu Resize/Move.



  1. Ubah ukuran partisi sesuai kebutuhan. Pada contoh saya membuat 2Gb partisi. Setelah itu klik tombol Resize/Move.


  1. Setelah itu maka partisi akan terbentuk dengan status Unallocated, itu tandanya partisi berhasil dibuat. Klik pada partisi baru tersebut, klik kanan lalu pilih New.




  1. Akan muncul jendela baru, dan ubah keterangan sesuai gambar dibawah. Yang perlu diperhatikan adalah jenis partisi dan tipe file system, lihat pada Create as” dan File System”. Untuk Label, beri nama sesuai keinginan masing2.


  1. Terakhir, klik tanda centang untuk memproses perubahan yang telah dilakukan. Close Gparted, dan silahkan masukkan data2 penting kedalam partisi linux. Ingat, partisi linux tidak akan bisa dibaca di Windows.



Nb: Pada saat malakukan resize/move partisi, lakukan dari belakang agar partisi fat16/fat32/NTFS bisa terbaca di windows. Apabila melakukan dari depan, maka partisi tersebut tidak akan terbaca sama sekali di windows. PARTISI FAT16/FAT32/NTFS DIDEPAN !!!!

File dengan format PDF bisa didownload di sini

Tuesday, June 26, 2012

It is better like this


Well, kali ini saya masih menulis tentang kehidupan, belum menulis tentang hobi. Kenapa? Karena sejujurnya saya ingin mengisi blog saya ini dengan tulisan mengenai Open Source, tapi sesuai dengan judul blog, apapun akan saya tulis disini sebagai bahan pembelajaran.

It is better like this yang berarti “lebih baik seperti ini” karena memang pada akhirnya feeling yang saya rasakan setahun yang lalu harus terjadi sekarang dan memang benar terjadi. Ini adalah cerita kehidupan saya, yang memang dulu saya berkorban apa saja untuk 'dia'...yaah pasti udah pada tau lah yaa. Ketika saya bilang 'apa saja', ya memang apa saja saya korbankan untuk dia, karena dulu perasaan saya buat dia memang lebih. Beberapa kejadian membuat saya tersadar dan teringat kembali dengan suatu pernyataan “apapun yang berlebihan itu tidak baik”, contoh makan terlalu banyak kekenyangan, minum terlalu banyak jadi kembung, dan semua itu gak bagus buat tubuh. Dan pada akhirnya saya dan dia harus 'berpisah' untuk sementara.

Akhirnya hubungan saya dengan dia menjadi lebih baik, jauh saat kita masih 'bersama', bahkan saling curhat tentang kehidupan masing – masing. Lagi – lagi feeling saya kalo hubungan ini akan lebih baik benar kejadian. Dan apa yang saya alami ini sekali lagi membenarkan pernyataan bahwa apa yang kita pikirkan memberikan efek yang nyata dalam kehidupan, mempengaruhi keputusan dan tindakan. Saya ingat kata – kata pak I Made Wiryana, seorang penggiat Open Source dalam acara Talk Show & Release Party Ubuntu 12.04 yang diadakan oleh Forum Ubuntu Indonesia 12 Mei 2012 lalu, “limit kita adalah pikiran kita sendiri”, dan saya sangat amat setuju dengan kata – kata pak Made karena memang sudah terbukti dari hampir semua kejadian yang saya alami dan semua kejadian yang saya pelajari dari teman – teman mapun sahabat – sahabat saya.

Dan hubungan saya dengan dia, memang jauh lebih baik seperti ini daripada setahun yang lalu, memang terasa berbeda, tapi jauh lebih baik. Saling mengisi, saling memberikan masukan, saran, dan opini, dan saling mendukung satu sama lain. Ilmu dan pemikiran yang saya punya, sedikit banyak membantu dia, begitu juga sebaliknya. Alhamdulillah, sampai saat ini insyaallah saya akan tetap memberi nutrisi yang positif terhadap pikiran saya.

Sunday, June 17, 2012

Open Source: Antara Hobi dan Sedekah


Ketika berbicara Open Source, kita tidak hanya berbicara masalah kebebasan, tetapi juga berbicara tentang semangat yang melatarbelakanginya. Yaitu semangat untuk berbagi, tidak hanya kode sumber, tetapi juga ilmu pengetahuan yang ada dibalik semuanya.

Hubungannya dengan hobi, Alhamdulillah saya adalah seorang mahasiswa yang mungkin bisa dibilang agak telat untuk memulai memahami dan mendalami dunia Open Source. Pada awalnya saya hanya merasa perlu untuk mengetahui dunia Open Source untuk melengkapi kemampuan saya agar bisa bersaing di dunia kerja. Tetapi pada akhirnya, sesuatu yang saya mulai dari sebuah keperluan berubah menjadi sebuah kewajiban.

Berawal dari sebuah masalah, timbul hasrat untuk mencari solusi. Segala cara dipakai, yang tentunya mencari sendiri solusi atas permasalahan yang didapat. Lama – kelamaan akhirnya saya bergabung didalam sebuah forum, sebut saja Forum Ubuntu Indonesia. Di forum itu saya belajar banyak hal, mulai dari kesabaran (lagi), menghargai sesama, dan juga saling berbagi. Satu yang bisa saya simpulkan setelah selama ini berkutat di dunia Open Source, bergabung dalam sebuah forum dan mengikuti kegiatan – kegiatan didalamnya yaitu, “berawal dari masalah, diakhiri dengan sedekah”.

Sedekah, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti “memberikan sesuatu kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan kemampuan sang pemberi” memiliki hubungan dengan Open Source. Hanya satu kesamaannya yaitu semangat untuk berbagi dengan sesamanya tanpa mengharapkan imbalan.

Aktif di sebuah forum dan Alhamdulillah ditunjuk untuk menjadi sebuah moderator didalamnya, selalu memebrikan saya suntikan semangat untuk saling berbagi, berbagi dan berbagi, apapun itu. Karena mungkin sudah tertanam didalam diri saya semenjak menjadi seorang pelatih di almamater saya, membuat saya menajdi seorang yang senang untuk berbagi dan membuat orang – orang disekitar saya menjadi senang, paling tidak mereka bisa tersenyum dengan kehadiran saya atau dengan apa yang saya perbuat. Dan Alhamdulillah hal itu berhubungan dengan hobi dan agama yang saya anut.

Bisa membagikan ilmu yang saya dapat, apapun ilmunya, sesederhana apapun itu, saya yakin ada sedikit manfaat buat orang lain, and I will always try to be positive with what I am thinking. Benar – benar memberikan sebuah perasaan yang lega bisa membuat orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, dan saya yakin itu membuat mereka senang. Di satu sisi, saya bisa bersedekah ilmu kepada orang – orang yang membutuhkan (berhak) sesuai dengan kemampuan saya.

Semoga hal ini dapat terus saya lakukan dan semoga keuntungan yang saya dapat dari semua itu tidak merubah diri saya secara sifat maupun kepribadian. Amin.

Thursday, July 14, 2011

[UBUNTU] Blank Clutterflow Nautilus Elementary pada Ubuntu 10.10

Clutterflow merupakan salah satu plugin pada file browser nautilus, yaitu plugin untuk preview folder dan file. Berikut adalah screenshot clutterflow:


Pada saat saya menginstall nautilus elementary yang telah ter-embedd cluterflow dan terminal di Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat saya, dan pada saat saya mengaktifkan clutterflow, yang terjadi adalah clutterflow aktif tetapi hanya muncul layar blank hitam dan hanya ada nama file dan folder saja seperti yang terlihat berikut ini:


Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya Bug dengan hardware Intel. Cara mengatasi masalah tersebut yaitu:

  1. Buka Terminal (Applications – Accessories – Terminal).
  2. Buka file environment yang ada di /etc dengan perintah:
sudo gedit /etc/environment
  1. Akan muncul jendela gedit dan pada baris paling bawah tambahkan “export CLUTTER_VBLANK=none” (tanpa tanda kutip). Setelah itu save dan close jendela gedit.


4. Tutup nautilus dan restart ubuntu anda, lalu buka nautilus dan tekan F4 atau   bisa dengan klik Clutterflow (View – Clutterflow). Voilaa !!!



Happy computing – happy open source
(Sumber tulisan: sumber1 dan sumber2)

[Windows] Layar Blank Setelah Loading Windows XP (hanya muncul pointer mouse)

Yup..sesuai judulnya, pernahkah Anda mengalami hal seperti itu?? kejadian ini saya alami pada saat diminta tolong untuk membatulkan komputer kantor yg bermasalah. Masalahnya yaitu, setelah booting dengan normal, walaupun ada pesan error yaitu:
Hardware monitor found an error. Please go to Power Management at setup
Press F1 to continue. DEL to enter setup” (kurang lebihnya seperti itu lah hehe..), lalu saya tekan F1, muncul halaman loading Windows Xp, nah setelah itu muncul halaman hitam dengan hanya pointer mouse ditengah2.

Hal tersebut terjadi bisa dikarenakan ada beberapa hal, yaitu:
  1. Driver yang tidak sesuai, double, dan obsolete (tidak update).
  2. Program Start Up yang terlalu banyak, sehingga windows tidak mampu melakukan pengecekan terhadap program start up yang sedang berjalan.
  3. Virus yang merusak file “explorer.exe”, sehingga windows hanya menampilkan layar hitam dan pointer mouse.
  4. Kesalahan dan atau kerusakan hardware, biasanya VGA dan atau prosesor yang terlalu panas.

Solusi untuk tiap – tiap permasalahan sesuai poin – poin diatas yaitu:

Solusi Poin Nomor 1:
Masuklah pada Safe Mode, caranya teka F8 secara berulang sesaat setelah komputer melakukan booting. Maka akan tampil seperti ini:


Masuk ke Control Panel - Administrative Tools - Computer Management - Device Manager, lalu lihat apakah ada driver yang double, jika ada maka uninstall salah satu driver dan biarkan driver yg sesuai dengan hardware anda.


Jika driver tidak double, maka berarti driver anda tidak update, maka uninstall semua driver mulai dari display, sound, dan network.

Setelah itu, restart komputer dan seharusnya computer sudah bisa masuk kedalam windows dengan normal. Jika masih belum bisa, ulangi langkah saat memasuki pilihan Safe Mode, akan tetapi pilih Enable VGA Mode, maka windows akan mencoba masuk dengan resolusi 640x480 dan menggunakan driver saat ini (bukan Vga.sys). Mode ini berguna jika setting yang dikonfigurasikan tidak bisa menampilkan display.

Jika masih belum bisa, lanjut ke solusi nomor 2.

Solusi Poin Nomor 2:
Seperti dengan cara nomor 1, masuk kedalam safe mode, lalu klik Start - Run… - msconfig. Lihat pada bagian tab startup, hilangkan tanda centang pada program – program yang tidak perlu. Atau pada bagian tab general pilih selective startup, tetapi jangan pilih opsi paling bawah yaitu Load Startup Items, lalu klik Apply - OK - Restart.



Jika masih muncul layar hitam dengan mouse pointer saja, maka lanjut ke solusi nomor 3.

Solusi Nomor 3:
Jika sumber masalah adalah virus, maka sudah jelas penyelesaiannya yaitu dengan cara scanning dengan antivirus yg up-to-date.

Jika virus sudah menginfeksi file explorer.exe yang ada di folder C:\Windows, maka solusinya yaitu, lepas harddisk dan jadikan harddisk terinfeksi sebagai slave atau jadikan sebagai eksternal, lalu scan dengan antivirus di komputer yang bersih dan bebas virus. Lalu copy file explorer.exe (2 file) dari komputer yang bersih ke harddisk, lalu pasang kembali harddisk.

Solusi Nomor 4:
Jika masalah belum teratasi, maka kemungkinan terakhir yaitu pada hardware yang sudah tidak layak pakai lagi. Coba cek vga card, jika vga anda onboard, maka pasanglah vga addon ke motherboard anda. Jika dari awal anda memasang vga addon, coba lepas vga dan pasanglah monitor ke vga onboard anda.

Yang kedua, masuklah kedalam BIOS anda dan coba cek suhu prosesor anda, jika suhu melebihi 40˚C maka prosesor anda terlalu panas. Matikan computer anda, lepas semua kabel yang terhubung, lepaslah prosesor, cek apakah kipas prosesor berjalan dengan baik, apakah heatsink terpasang dengan benar, lihat juga apakah dudukan kipas prosesor tidak patah, terakhir bersihkan prosesor anda dang anti thermal paste dengan yang baru. Lalu pasang kembali prosesor dan kabel – kabel. Nyalakan computer anda dan masuk kembali kedalam BIOS, lihat apakah suhu prosesor sudah normal kembali.


Semoga Berhasil.